Home » » Energi Efisiensi Pada Motor Induksi

Energi Efisiensi Pada Motor Induksi

Motor merupakan suatu alat yang mengkonversi energi listrik ke energi mekanik (gerak) dengan memanfaatkan interaksi mendan magnet yang timbul pada belitan stator dan rotor. Industrial motor merupakan motor yang umum digunakan pada dunia industri yang dapat diklasifikasi menjadi motor induksi, dc motor, motor sinkron.

Kecepatan Motor
Kecepatan motor dihitung berdasarkan jumlah banyaknya putaran dalam range waktu tertentu, bisasanya dihitung berdasarkan banyaknya putaran dalam waktu satu menit. (RPM = Revolution Per Minute).
Kecepatan sinkron (synchronus speed) sebuah motor dihitung berdasarkan rumus sbb :
ns = 120 x  f / P
dimana :
ns : Synchronus speed (Kecepatan Sinkron) , RPM
f   : Frekuensi tegangan supplay (Hz)
P  : Poles (Jumlah kutub motor)

Dari persamaan diatas terlihat bahwa kecepatan sebuah motor AC dapat divariasikan dengan merubah besarnya frekuensi tegagan supplay motor.

Kecepatan motor pada saat beroperasi lebih kecil bila dibanding dengan kecepatan sinkron. Besarnya perbedaan antra kecepatan motor saat berputar dengan kecepatan sinkron (ns) disebut sebagai slip yang dinyatakan dalam persentase (%). Perhitungannya adalah sbb :
Slip (%) : 100% x ( ns - Full Load Speed ) / ns 




Hubungan Tegangan - Frekuensi
Nilai impedansi belitan pada sebuah motor sebanding dengan frekuensi supplay motor. Pada frekuensi rendah, nilai impedansi tersebut mendekati nilai nol (0), sehingga cenderung menimbulkan hubungan singkat pada belitan. Untuk menjaga nilai flux yang konstant pada motor, tegangan motor haruslah ikut dirobah. Ratio antara flux dan tegangan pada motor selalu tersebut konstant pada sepanjang range kecepatan motor.
Dengan menjaga ratio tersebut selalu kontant , kecepatan sebuah motor induksi dapat divariabelkan sehingga nilai torsi motor akan selalu konstan.
Pada kecepatan rendah, karena motor memiliki nilai tahanana belitan, ratio tersebut harus dirubah sehingga cukup untuk menghasilkan flux magnetik yang membuat motor berputar.

Hubungan Beban Motor - Power Factor
Ketika beban motor dikurangi, maka arus yang kemotorpun ikut berkurang. Namun dengan pengurangan beban tersebut, tidak ada hubungannya dengan pengurangan yang terjadi pada arus magnetisasi yang menimbulkan penurunan pada faktor daya motor.

Hubungan Beban Motor - Efisiensi Motor
Persamaan effiseini motor adalah sbb :

Effisiensi = (Power Input - Power Losses) x 100% / Power Input

Motor listrik merupakan suatu peralatan perubah energi elektomagnetik yang fungsinya didasari atas gaya yang diberikan antra arus listrik yang masuk dengan medan magnet yang ditimbulkan. Karena prinsip fungsi tersebut, maka umumnya motor listrik memiliki effisiensi yang sangat tinggi.

Patut dicatat,  efisiensi tertinggi pada sebuah motor tercapai pada pembebanan sekitar 75% dan turun secara dratis pada pembebanan dibawah 30%.

Kurva Pembebanan Motor dan Daya
motor curve

13 komentar:

  1. Malam maaf mau tanya....jika sebuah motor induksi tiga fasa frekuensia dinaikan dan tegangan dibuat konstan dan experimentnya arus output menurun...pertanyanya bagaimana dengan efisiensi motor tersebut jika mengunakan experiment diatas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut saya efisiensi motor yang menggunakan VSD tergantung dari karakteristik beban yang akan dipikulnya... apakah belt conveyor yang membutuhkan torsi stabil ketika kecepatan dinaikan atau fan yang hanya membutuhkan torsi besar diawal atau pompa dan lainnya.

      Kondisi eksperimen diatas, cenderungmengorbankan torsi ketika tegangan dibuat konstan, penerapannya di belt conveyor bisa menyebabkan efisiensi motor tidak tercapai.

      Demikian jawaban saya....
      Mohon maaf kalau salah memahami pertanyannya

      Delete
  2. Makasih buat jawabannya.....saya sudah mengexperiment yang yang di atas tapi sedikit bingun karena efisiensinya tidak terlalu baik.....karena arusnya juga. Arus mempergaruhi efisiensinya atau tidak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau kondidsi seperti yang dilakukan bisa dikatakan efisiensinya tidak bagus..... tapi pengaturan frekuensi ini tujuannya adalah mencari titik optimal antara parameter frkeuensi, tegangan dan torsi yang dibutuhkan.... yang ujungnya adalah penggunaan daya listrik yang optimal untuk memikul beban mekanikal tanpa mengurangi performance dari peralatan mekanikal tersebut... sehingga tidak ada variabel yang dijaga konstan..

      Demikian

      Delete
    2. Makasih buat jawabanx. Mas mau tanya lagi jika kita mengunakan vsd untuk mengeksperiment parameter frekuensi dan tegangan dibuat konstant itu bisa atau tidak dan daya input dan daya output menghasilkan turun atau naik

      Delete
    3. Saya belum pernah coba melakukannya. Tapi menurut saya bisa dilakukan dengan VSD, asal ada fasilitas atau mode operasi tersebut di VSD. Saya belum pernah ketemu mode operasi spt itu di VSD, karena cuma menyesuaikan penerapannya di peralatan. bisa saja ada.
      Tapi untuk skala labor , untuk motor kecil mungkin dengan catu daya osilator bisa dilakukan untuk melihat karakteristik motor ketika tegangan konstant dan frekuensi divariasikan.

      Delete
  3. Makasih...... Buat jawabannya.....saya sudah mencobanya tapi vsdnya bukan untuk menaikan frekuensi tapi untuk menaikan arus untuk mengexperiment arus break...dan saya mengunakan vsd tersebut untuk mengexperiment parameter frekuensi, untuk menganalisa nilai torsi, slip efisiensi dan daya motor disaat motor sedang beroperasi...

    ReplyDelete
  4. Hasilnya baik karena menaikan frekuensi putaran motor ns ikut naik karena rumus yang saya guanakan yaitu ns=120f/p dan putaran motor nr pun hampir mendekati putaran ns jadi mengunakan kedua putaran itu slipnya ikut menaik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau Nr mendekati Ns harusnya slipnya cendurung turun

      Delete
  5. Nr mendekati ns tetapi ns juga semakin naik kalau menaikan frequensi. Jadi semakin menaikan frekuensia berarti ns pun semakin naik

    ReplyDelete
  6. Kalo mencari kompensasi slip motor rumusnya seperti apa?
    Terima kasih

    ReplyDelete